Kisah Sukses


 
Kisah Sukses
Kini saya kecanduan fitnes

Sekarang


Sebelumnya
Nama: Nina Yuliana
Umur: 31 tahun
Berat Badan Awal: 59 kg
Berat Badan Sekarang: 48 kg
Tinggi Badan: 156 cm
Pekerjaan: Travel Agent

Yang dialami:
"Dari dulu saya memang terbilang gemuk. Anggota keluarga saya yang lain rata-rata juga berbadan besar.Tapi saya tidak pernah ambil pusing mengenai masalah kegemukan ini. Saya pun tidak pernah iri melihat wanita lain yang langsing-langsing. Saya juga selalu mendengung-dengungkan ke diri sendiri bahwa yang penting adalah inner beauty. Yang penting kecantikan dari dalam memancar keluar. Itulah prinsip saya dulu".

Untunglah (Jika bisa disebut demikian), terjadi suatu peristiwa yang mengubah sudut pandang Nina. Tahun 2001, ibunda tercinta meninggal dunia karena kegemukan dan keluhan tekanan darah tinggi. "Ternyata dua hal itulah yang juga menyebabkan seorangtante meninggal dunia mendahului ibu saya." Apalagi, hasil cek darah menunjukkan kadar kolesterolnya cukup tinggi. Mengetahui itu semua, Nina segera mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit atau keluhan kesehatan yang menjadi masdlah turun-temurun di keluarganya. ’Alarm’ pun berbunyi nyaring.

Motivasi:
"Beroleh hidup sehat. Saya tidak ingin menderita berbagai penyakit yang umumnya terkait dengan masalah kegemukan."

Langkah pertama yang dilakukan:
Nina segera mengubah gaya hidupnya. la mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitasnya dengan menjadi member fitness center hotel berbintang, meskipun tidak berolahraga dengan teratur. Cara lain pun ia tempuh, seperti mencoba akupunktur, mengkonsumsi pil pelangsing, atau suntik vitamin C. Sayangnya, semuanya tidak membuahkan hasil berarti. Kebuntuan upaya memaksa Nina berpikir ulang tentang strategi langsingnya.

Setelah loncat dari fitness center yang satu ke yang lain, Nina akhirnya ’mendaratkan’ kaki di sebuah pusat kebugaran yang baru dibuka di bilangan Thamrin. "Beberapa lama berlatih, saya kemudian tertarik menggunakan jasa personal trainer (PT) agar latihan terfokus dan memperoleh hasil yang lebih optimal." Usaha ini bukannya tanpa sandungan. Setelah kurang sreg berlatih dengan dua PT pertama, Nina baru benar-benar merasa klop dengan PT yang ketiga.

Bukan tanpa alasan Jika ia keukeuh berganti-ganti PT.  "Menurut saya, tugas PT bukan sekedar mencatat perkembangan latihan atau mengawasi klien berlatih. Yang paling penting adalah membuat program latihan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh klien. Badan tiap orang ’kan berbeda-beda, jadi latihan pun bisa jadi berbeda. PT mesti tahu keluhan, kelebihan, atau kelemahan tubuh klien agar program latihan tidak sampai berefek bumerang. Istilahnya, mesti ada chemistry antara PT dan klien untuk meraih tujuan kebugaran yang diinginkan klien."

Program yang dijalankan:
Nina berlatih tiga kali seminggu. Setiap sesi PT selalu dimulai dengan latihan kardio sekitar 30-40 menit, kemudian dilanjutkan dengan latihan perut yang bisa berlangsung hingga satu jam. Awalnya, sesi latihan dengan PT selalu diisi hanya oleh dua latihan tersebut. Alasan nya agar diperoleh perut dan torso yang kuat sehingga   membentuk  postur tubuh yang lebih baik. Barulah kemudian, ditambahkan latihan beban untuk bagian tubuh yang lain.

Mengimbangi pola latihan, secara perlahan Nina juga mengubah pola makannya. la mengurangi nasi secara bertahap. Selain itu, memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Katanya, untuk kecantikan kulit juga. Plus, konsumsi multivitamin setiap pagi. "Dulu, saya sempat meminum bubuk protein agar otot tubuh dapat terbentuk lebih optimal. Ternyata, alih-alih membuat otot perut ’kering’ malah menimbulkan efek ’basah’. Akhirnya, konsumsi ini dihentikan dan PT saya menyarankan untuk mendapat manfaat protein dari makanan seperti ikan atau daging."

Kunci sukses:
"Jangan menyiksa diri. PT saya juga sering mengatakan untuk mendengarkan apa kata tubuh. Over training akan berdampak nega-
tif."

Obsesi:
"Setelah bobot tubuh turun, saya menjadi terobsesi pada latihan beban dan pembentukan tubuh. Saya ingin memiliki tubuh ken-cang berotot. Karena itulah, saya masih ingin menurunkan bobot hingga menjadi 46 kg dan membuat perut jadi ’kotak-kotak’."



 
 
www.jadilangsing.com © 2007 Hak Cipta Oleh Femina Group.
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/ mengcopy isi website tanpa izin dari pihak Femina Group.