ANDA ... yah, sekitar setahun ini sudah mencoba berdiet cukup keras untuk mengurangi makan. Maksudnya tentu supaya di awal tahun Anda bisa tampil baru, lebih langsing. "Tetapi, kenapa ya aku, kok masih gemuuuk saja?" Apa yang salah? Apa mau dikata, penurunan berat badan nyatanya tergantung pada banyak faktor. Ada faktor usia, sistem metabolisme tubuh, perubahan hormonal, dan gaya hidup. Semua itu berperan menentukan angka timbangan.
Berikut ada beberapa kondisi yang tampaknya akan dihadapi oleh hampir sebagian besar wanita memasuki usia 30-an, melahirkan, stres, dan perimenopause. Kondisi tersebut beserta eksesnya merupakan masa-masa penting yang ikut mempengaruhi bobot tubuh seseorang. Sekarang coba Anda evaluasi, apakah Anda berada di kondisi tersebut? Sudah tepatkah langkah diet Anda? Kalau memang sudah berusaha mati-matian dan hasilnya tidak memuaskan, mungkin kini saatnya Anda bersikap realistis. Bobot ideal seperti saat masih gadis atau kuliah dulu mungkin sulit dicapai. Tetapi, kalau bobot normal yang menunjukkan Anda sehat sudah tercapai, sudah cukup baik, bukan?
Sudah Mencapai usia 35
Anda mungkin sedikit heran, ketika mencapai usia 30-an tiba-tiba berat badan mengalami ’masalah’. Rasanya, dulu, begitu jeans terasa sesak, Anda tinggal mengurangi makan malam. Minggu depannya, jeans itu sudah muat lagi. Sekarang? Wah, celana-celana Anda sepertinya tak mau diajak kompromi.
Apa masalahnya? Pada usia 30-an kecepatan metabolisme Anda menurun, sekitar 5% per dekade. Artinya, pada usia ini Anda membakar 75 kalori lebih sedikit dibandingkan saat Anda berusia 25 tahun. Bisa berarti Anda menambah sekitar 4 kg berat badan pertahun, Idealnya, angka timbangan Anda tidak jauh berbeda dari angka yang Anda lihat saat kuliah. Agar terlihat tetap ramping, American Institute for Cancer Research merekomendasikan kenaikan berat badan tak lebih dari 5 - 6 kg setelah Anda berusia 18 tahun.
YANG BISA ANDA LAKUKAN
Coba diet protein
Semakin bertambah usia, semakin banyak otot hilang dari tubuh. Bila salah diet, Anda akan kehilangan lebih banyak lagi. Para ahli me-nganjurkan diet protein untuk jangka waktu tertentu. Riset di New Baylor University, Amerika Serikat mendapati bahwa 80 wanita yang melakukan diet 55% protein Selama 14 minggu, kehilangan sekitar 1 kg lemak tubuh, bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan diet 55% karbohidrat. Protein membantu wanita mempertahankan massa ototnya, juga membantu meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh. Pilih sumber protein yang rendah lemak, seperti ayam tanpa kulit dan putih telur.
Kurangi porsi 25%
Mengurangi bobot sama artinya dengan mengurangi pemasukan kalori. Ada banyak cara. Salah satunya adalah mengurangi porsi sebesar 25% setiap kali makan. Bayangkan Anda menghadapi sepiring hidangan. Tak perlu dihabiskan, makan 75%-nya saja. Lakukan setiap kali Anda makan, baik di rumah maupun saat makan di luar. Menurut James Hill, PhD, Direktur Center for Human Nutrition di Colorado, Amerika Serikat, cara ini bisa membantu Anda terhindar dari makan berlebihan dan menghambat sekitar 300 kalori masuk ke tubuh. Ingat, untuk menurunkan 1 kg bobot/minggu, Anda perlu mengurangi 500 kalori/hari. Makan 75% dari porsi yang tersedia akan sangat membantu. Asal Anda tidak dengan sengaja memperbesar porsi, Iho...
Tambah latihan beban
Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan wanita ketika ingin menurunkan bobot adalah terlalu terfokus pada latihan kardio dan tidak menyempatkan diri melakukan latihan beban untuk membentuk otot. Bukannya Anda mesti berjam-jam berlatih di gym untuk membentuk ’packs’ di perut atau lengan. Tetapi, coba lakukan latihan beban dua kali per minggu. Studi pada 2000 wanita di South Shore YMCA, Amerika Serikat menemukan, porsi latihan tersebut bukan hanya dapat mengurangi 2 kg lemak/minggu, tetapi juga menghindari pengurangan 1,5 kg otot yang mungkin terjadi karena proses penuaan.
Banyak bergerak
Ternyata, wanita usia 35 tahun cenderung kurang aktif dibandingkan saat usia 25 tahun. Lebih banyak pekerjaan yang dilakukan sambil duduk di belakang meja atau lebih sering mengendarai mobil, daripada mondar-mandir menemui klien atau naik turun angkot seperti ketika usia 25 tahun. Itu sebabnya berat badan lebih sulit turun.